Berdasarkan visi dan misi Universitas Pattimura, dan visi dan misi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, maupun tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran, maka dapat dikemukakan visi dan misi Program Studi Sosiologi sebagai berikut:
Visi
“Terwujudnya Kapasitas Program Studi yang unggul dalam pengembangan sumber daya Kepulauan”.
Misi
Untuk mewujudkan Visi di atas ditempuh dengan merumuskan Misi:
- Membentuk kapasitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan sumber daya kepulauan.
- Melaksanaksan penelitian yang kompetitif dan inovatif dalam rangka pengembangan ilmu dan pengembangan masyarakat
- Melakukan pengabdian dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat untuk merespons dinamika lingkungan fisik dan sosial.
- Menyelenggarakan tatakelola Program Studi Sosiologi yang profesional dalam mendukung implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
Tujuan
Mengacu pada visi dan uraian misi di atas maka tujuan Program Studi Sosiologi adalah sebagai berikut:
- Terwujudnya kemampuan dan meningkatnya kualitas lulusan Program Studi Sosiologi yang memiliki kapasitas serta unggul dalam pengembangan sumber daya kepulauan.
- Terbentuknya kerjasama Program Studi Sosiologi dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta untuk menjawab kegiatan-kegiatan penelitian sebagai upaya pengembangan ilmu dan pengembangan masyarakat.
- Tumbuhnya kepercayaan pada lulusan untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan pengabdian guna merespons dinamika lingkungan fisik dan sosial.
- Terwujudnya tata kelola Program Studi Sosiologi yang professional dalam mendukung implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
Strategi
Dalam upaya mencapai sasarannya maka Program Studi Sosiologi selalu mengutamakan terwujudnya pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berkualitas serta mampu menjawab berbagai tuntutan dinamika masyarakat. Demikian maka sasaran Program Studi Sosiologi tersebut adalah sebagai berikut:
- Dharma Pendidikan: kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualifikasi dalam membina peserta didik secara profesional dengan memiliki kemampuan keilmuan, ketrampilan, dan nilai etika melalui kurikulum yang berkualitas serta sarana dan prasarana belajar yang memadai untuk menghasilkan lulusan yang dapat digunakan oleh pemerintah dan masyarakat.
- Darma Penelitian: kebutuhan akan penelitian ilmiah dalam rangka pengembangan ilmu dan proses pengambilan keputusan baik untuk kepentingan pengembangan Ipteks pada lingkungan organisasi sosial kemasyarakatan maupun pemerintah dan pemerintah daerah.
- Darma Pengabdian Kepada Masyarakat: kebutuhan akan bantuan asistensi sesuai kompetensi keilmuan terutama bagi kepentingan pembangunan masyarakat, dan sekaligus dapat memperoleh umpan balik bagi kepentingan pengembangan Ipteks.
Universitas Value
Lahirnya Universitas Pattimura, dilandasi oleh adanya aspirasi masyarakat Maluku yang memiliki kemauan untuk berpartisipasi dalam pembangunan Bangsa dan Negara terutama pada bidang Pendidikan Tinggi serta Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Pola Ilmiah Pokok (PIP), Bina Mulia Kelautan merupakan salah satu rumusan penting yang mengacu pada visi Presiden Soekarno bahwa Maluku merupakan sebuah daerah yang didominasi oleh laut dengan sumber daya kelautan dan diperkirakan akan memiliki peranan penting bagi kejayaan negara Indonesia ke depan. Demikian maka Pola Ilmiah tersebut berbasis pada keunggulan wilayah kepulauan Maluku sebagai daerah yang berciri kepulauan dengan lautnya yang luas, sekaligus menjadi ciri khas Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar sesuai amanat UUD 1945 Pasal 25a. PIP, Bina Mulia Kelautan menjadi pangkal pengembangan ide, daya inspirasi dan fokus orientasi UNPATTI dalam kiprahnya baik secara nasional maupun global. Secara berkesinambungan, UNPATTI tumbuh menjadi pusat komunitas ilmiah yang multikultural sebagai kampus “Orang Basudara” dan modern dengan pola ilmiah pokoknya. Tujuannya agar tercapai tingkat terbaik dalam penemuan, pengembangan, serta penyebarluasan ilmu pengetahuan, teknologi, etika, seni dan budaya melalui langkah-langkah strategis, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun internasional. Sebagai salah satu universitas yang terpercaya di bidang penelitian kelautan dan kepulauan, UNPATTI berupaya mengembangkan program pola ilmiah pokok melalui penemuan-penemuan ilmiah dan kegiatan penelitian yang progresif. Selain itu, dengan berpegang pada Motto “Hotumese” (Tetap Berjuang Maju Kalahkan Tantangan), menunjukkan bahwa telah menyadari adanya sebuah sensitivitas yang tinggi pada “Heroisme” perjuangannya untuk tidak pantang menyerah dalam membangun kecerdasan demi mencapai kemajuan. Hotumese menandai sensitivitas UNPATTI yang tinggi pada komitmen memperkuat keutuhan bangsa dan negara kepulauan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sejalan dengan nilai-nilai UNPATI di atas, Visi keilmuan Sosiologi kepulauan di atas mengandung 6 (enam) kata kunci yang menjadi nilai utama Program studi Sosiologi FISIP UNPATTI, yaitu; Unggul, kompetitif, Sosiologi kepulauan, berkarakter interdisipliner, potensi lokal, keunggulan spasial. Nilai-nilai utama tersebut mendasari dan sekaligus mewarnai seluruh aktifitas pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Program studi Sosiologi FISIP UNPATTI. Unggul, kompetitif, Sosiologi kepulauan, berkarakter interdisipliner, potensi lokal, keunggulan spasial mendasari budaya diri dan budaya kerja yang sekaligus menggambarkan kekuatan keilmuan Sosiologi kepulauan, Program studi Sosiologi FISIP UNPATTI. Sebuah kekuatan Visi yang secara khierarkhis diturunkan dari Visi dan Misi Universitas Pattimura, yang terimplementasi secara konsisiten dalam Visi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura yang berbasis laut pulau atau kepulauan.
Geospasial kepulauan Maluku denga jumlah pulau sebagai 1.348 bukah pulau di tengah bentangan lautnya yang luas, mencirikan berbagai ragam masyarakat kepulauan yang hidup dengan keunggulan geospasialnya. Masing-masing masyarakat kepulauan dengan keunikan ciri geografis, ekonomi dan sosial budayanya harus fasilitasi pengembangannya dari perspektif Sosiologi Kepulauan melalui sebuah pendekatan kolaboratif yang bersifat interdisipliner guna dapat mewujudkan sumberdaya manausia kepulauan yang unggul dan kompetitif.
Penjabaran nilai-nilai keutamaan keilmuan Sosiologi masyarakat kepulauan FISIP UNPATTI yang sekaligus menggambarkan kekuatan utama dari kontribusi keilmuan Sosiologi masyarakat kepulauan bagi kejayaan Indonesia yang dikenal luas dengan nama Negeri Kepulauan Nusantara. Rincian keenam kata kunci di atas diuraikan dalam jabaran sebagai berikut :
Unggul; nilai keunggulan menggambarkan bahwa, studi sosiologi masyarakat kepulauan membentuk wawasan dan konsep keilmuan serta kecakapan intelektual dan profesionalitas, karakter integritas nilai yang lebih tinggi atau terdepan dalam mempelajari dan mengembangkan kehidupan masyarakat kepulauan. Kekuatan nilai keunggulan Studi Sosiologi masyarakat kepulauan tersebut menjadi kekuatan utama dalam membentuk dan menghasilkan sumberdaya manusia masyarakat kepulauan dengan wawasan keilmun, kecakapan intelektuan, profesional dan trampil dalam membangun karier di dalam masyarakat.
- Kompetitif mengandung nilai kemampuan untuk mempertahankan atau meningkatkan posisi dalam suatu lingkungan, khususnya lingkungan kepulauan yang kompetitif karena penuh tantangan kesulitan geografis, iklim, keterbatasan transportasi, komunikasi dan akses pembangunan dan jauh dari kota besar. Orang yang memiliki sifat ini senantiasa bersaing atau mau bersaing. Pembentukan sumberdaya manusia kepulauan yang unggul kompetitif menunjukkan menunjuk pada sasaran pembentukan sumberdaya manusia yang memiliki motivasi dan komitmen diri yang kuat untuk mencapai tujuan dan keunggulan di atas. Sedemikian sehingga mereka selalu memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang secara terus-menerus, kreativitas dalam menemukan solusi dan strategi baru serta jiwa penuh ketekunan dalam menghadapi tantangan dan mengatasi rintangan. Mereka amenjadi sumberdaya manusia yang tidak mudah patah semangat dalam menghadaapi tantanag kepulauan yang ekstrim, melainkan mampu untuk mengambil risiko yang terukur untuk meraih kesuksesan di tengan tantangan dimaksud.
Sosiologi kepulauan; merupakan sebuah ciri geografis, dan geososial budaya, ekonomi, dan geososial politik yang khas, sarat keunikan dan keanekaragaman kekayaan hidup. Semua ciri masyarakat kepulauan yang menjadi faktor kekuatan dan peluang yang harus dioptimalkan melalui keilmuan Sosiologi masyarakat kepulauan atau Sosiologi kepulauan.
Berkarakter Interdisipliner (interdisciplinary) menggambarkan nilai, sifat keutumaan dan cara kerja yang baku dari studi Sosiologi Kepulauan dengan kekuatan kolaborasi antarbidang keilmuan dan kepakaran. Karakter interdisipliner menjadi sebuah pendekatan keilmuan dalam sstudi Soliologi kepulauan dalam membanguan interaksi intensif antar satu atau lebih disiplin keilmuan atau kepakaran, baik yang langsung behubungan maupun yang tidak, melalui program- program pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kepulauan dengan tujuan melakukan integrasi konsep, metode, dan analisis. Sosiologi Kepulauan menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang ilmu, baik yang serumpun yang relevan secara terpadu maupun ilmu yang berada dalam rumpun ilmu tertentu, yaitu rumpun ilmu ilmu kealaman, rumpun ilmu ilmu sosial, filsafat, ekonomi, kelautan dan perikanan, pertanian, atau rumpun ilmu ilmu budaya. Ciri pokok dari karakter keilmuan Sosiologi kepulauan yang interdisipliner ini adalah keterpaduan antar bidang ilmu, baik yang serumpun maupun tidak serumpun dalam sebuah pendekatan keilmuan dalam memecahkan masalah-masalah masyarakat kepulauan.
Potensi lokal Potensi lokal merupakan potensi lokal masyarakat kepulauan yang merupakan daya, kekuatan, kesanggupan dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing komunitas masyarakat kepulauan yang beraneka ragam dalam bertahan hidup di tengah realitas kepulauannya. Semua potensi lokal masyarakat kepulauan tersebut memiliki nilai strategis untuk dapat dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masing-masing komunitas masyarakat kepulauan. Sumber daya manusia kepulauan dan sumber daya alam kepulauan merupakan potensi lokal yang dimiliki sebagai faktor penentu keberhasilan sebuah pembangunan desa.
Keunggulan Spasial merupakan keunggulan yang dimiliki oleh Program Studi Sosiologi yang ada pada wilayah kepulauan, dimana realitas sosial masyarakat yang ada di daerah kepulauan berbeda dengan masyarakat yang ada di wilayah pulau. Kondisi inilah yang memberikan suatu perspektif tersendiri dalam mempelajari sosiologi di FISIP UNPATTI. Kemampuan mahasiswa akan dipersiapkan untuk memahami, menjelaskan serta mampu menerapkan berbagai teori sosiologi dalam merumuskan suatu perencanaan sosial bagi pengembangan masyarakat. Selain dari pada itu mahasiswa juga akan diperkaya dengan berbagai aspek pengetahuan dan metode serta strategi agar dapat memberdayakan komunitas dan masyarakat yang ada di daerah kepulauan.
